BAB 1
PENGANTAR ISBD
1. Ilmu-ilmu alamiah
(natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
terserbut digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang
berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu , lalu dibuat analisis untuk
menetukam suatu kualiatas. Hasil anlisi penenlitian 100% benar dan/100% salah.
2. Ilmu sosial (social
sciene)
Ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji
ketraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Tetapi hasil
penelitian nya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran.kelompok
ilmu sosial antara lain: ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi,
psokilogi, antopologi sosial, sosiologi hukum , dan sebagainya.
3. Pengertahuan budaya
(the humanities)
Penegtahuan budaya bertujuan untuk memahami
dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Pengetahuan
budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencangkup keahlian(disiplin) seni dan
filsafat. Ilmu sosial budaya dasar(ISBD) termasuk dalam kelompok ilmu osial dan
ilmu budaya. Mengapa demikian ? karena isbd merupakan gabungan dari ilmu sosial
dasar (ISD) yang termasuk kedalam golongan ilmu sosial serta ilmu budaya dasar (IBD) yang termasuk kedalam
golonga ilmu budaya .
A.
HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
1. hakikat dan ruang lingkup ISD dan IBD
ISBD merupakan gabungan dari ISD dan IBD.
ISD merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi
masalah-masalah sosial, khusus nya yang dihadapi masyarakat Indonesia. Adapun
tema pokok ISD adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
Objek kajian ISD
a. berbagai kenyataan bersama yang merupakan
masalah sosial yang dapat ditanggapi melalui
pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang (interdisiplin).
b. keanekaragaman golongan dan kesatuan
sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dan kebutuhan
sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan
kerjasama dan pertentangaan.
Ruang
lingkup ISD
·
Individu, keluarga , dan masyarakat.
·
Masyarakat kota dan desa.
·
Masalah penduduk.
·
Pelapisan sosial.
·
Pemuda dan sosialisasi.
·
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan
kemiskinan.
Sedangkan
ilmu budaya dasar (IBD) merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan pokok kajian
IBD .
Pokok kajian IBD
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya
merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang
satu. IBD bukan tentang budaya tetapi mengenai pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
manusia dan budaya.
Ruang lingkup IBD
·
Manusia dan pandangan hidup.
·
Manusia dan keindahan.
·
Manusia dan keadilan.
·
Manusia dan cinta kasih.
·
Manusia dan tanggung jawab.
·
Manusia dan kegelisahan.
·
Manusia dan harapan
2.
Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
ISBD merupakan penggabungan dari dua buah
disiplin ilmu (mata kuliah umum/MKU). Yang berdiri sendiri yaitu ISD dan IBD.
Penggabungan ini merupakan perampingan kurikulum di MKU (dan juga fakultas).
Mata kuliah ini merupakan sumber nilaai dan pedoman bagi penyelenggaraan
program studi guna mengantarkan mahsiswa dan memantapkan kepribadian, kepekaan
sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelstarian dan
pemanfaataan sumber daya alam(SDA). Serta mempunyai wawasan tentang
perkembangaan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS).
Berdasarkan
Sk Dirjen Dikti No.44/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok
mata kuliah berkehidupan bermasyarakat di perguruan tinggi. ISBD mengkaji
tentang:
·
Pengantar ISBD.
·
Manusia sebagai makhluk budaya .
·
Manusia sebagai makhluk individu dan
sosial.
·
Manusia dan peradaban.
·
Manusia, keragaman, dan kesetaraaan.
·
Manusia, nilai, moral, dan hukum.
·
Manusia, sains, teknologi, dan seni.
·
Manusia dan lingkungan.
Maka
dapat dikatakan bahwa ISBD adalah ”pengetahuan metodis”, koheren, dan
sistematis yang mengkaji ralitas atau kedudukan manusia sebagai makhluk
indivual,sosial, dan budaya.
B. ISBD Sebagai Mata Kuliah
Berkehidupan Bermasyarakat MBB dan Pendidikan umum.
Berdasarkan keputusan menteri Pendidikan
Nasional Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusun kurikulum pendidikan tinggi
dan penilaian hasil belajar mahasiswa, kelompok bahan kajian dan pembelajaran
yang dicakup dalam satu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri
atas:
·
Kelompok mata kuliah pengembangan
kepribadian (MPK).
·
Kelompok mata kuliah keilmuan dan
keterampilaan MKK).
·
Kelompok mataa kuliah keahlian
berkarya(MKB).
·
Kelompok mata kuliah prilaku berkarya
(MPB).
·
Kelompok mata kuliah kehidupan
bermasyarakat (MBB).
MBB
adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk
dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian
dalam berkarya.
·
Visi
ISBD Sebagai MBB
Mengantarkan mahasiswa
memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat,
pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan
hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan ,teknologi,
dan seni.
·
Misi
ISBD Sebagai MBB
Menumbuhkembangkan daya
kritis, daya kreatif, apresiasi, dan demi memantapkan kepribadian nya sebagai
bekal hidup bermasyarakat.
·
Kompetensi
ISBD sebagai MBB
Standar kompetensi yang
harus dikuasai mahasiswa meliputi: berfikir kritis, kreatif, sistematik, dan
ilmiah, berwawasan luas,etis, estetis, memiliki apresiasi, kepekaan dan empati
sosial, bersikap demokrasi, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai, memiliki
kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup,
mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni,
serta dapat ikut berperan serta mencari solusi pemecahan masalah sosial,
budaya, dan lingkungan hidup secara arif.
·
Metodologi
pembelajaran ISBD dan MBB
a. proses pembelajaran
diselenggarakan seccara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
b. pembelajaran yang
diselenggarakan merupakan proses yang mendidik, yang di dalam nya terjadi
pembahasan kritis, analitis, induktif, deduktif, dan reflektif melalui dialog
kreatif partisipatori untuk mencapai
pemahaman tentang kebenaran subtansi dasar kajian, berkarya nyata, dan untuk
menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.
c. pembelajaran yang
diselenggarakan dalam bentuk aktivitas proses pembelajaran seperti kuliah tetap
muka, ceramah, dialog(diskusi) interaktif, studi kasus, dan kegiatan kurikuler.
d. pembelajaran yang
meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran
berkehidupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis
dalam masyarakat global.
2.
ISBD Sebagai Program Pendidikan Umum
Masalah yang dihadapi dunia pendidikn
adalah bahwa proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli
yang handal, tetapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas
kepribadian.
Menurut Phenix (1964) terdapat enam pola
makna esensial bagi segenap mahasiswa dalam proses pembelajaran di perguruan
tinggi yaitu:
·
Makna symbolycs.
·
Makna empirics.
·
Makna esthetics.
·
Makna ethics.
·
Makna synoetics.
·
Makna synoptic.
Sasaran yang disentuh dalam general
education adalah tiga potensi utama yaitu:
akal, hati, dan tingkah lakunya. Artinya general education tidak hanya mendidik
kepala (inteligensi) dan tangan ( keterampilan), akan tetapi juga membentuk
hati ( karakter yang akan membentuk humanisasi) sehingga akan dihasilkan
lulusan yang pintar dan bermoral
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan
nasional, kurikulum pendidikan nasional selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan
kemanusiaan secara terintegrasi. Kemampuan personal yang harus dimiliki
mahasiswa adalah berkaitan dengan kemampuan mereka untuk menempatkan diri
sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisah dari masyarakat itu sendiri,
serta kemampuan untuk memiliki tanggung jawab sosial bermasyaraakat. Selain itu
kemampuan personal ISBD sebagai program pendidikan umum mengharapkan agar
lulusan perguruan tinggi memiliki dua kemampuan lainnya,
·
Kemampuan akademik
·
Kemampuan personal
C.
ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya
ISBD merupakan disiplin ilmu yang
memberikan dasar-dasar pengetahuan
sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mahasiswa mampu
mengkaji masalah sosial, kemanusiaan dan budaya, selanjutnya memberikan
alternative pemecah masalah atas masalah tersebut. Artinya mengorientasikan
diri untuk selanjutnya mampu mengetahui kearah mana pemecah masalah harus
dilakukan.
BAB II
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A.
hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
1.
Hakikat manusia
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks
dan semprna yang di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa . Tuhan membekali manusia
dengan akal dan persiapan untuk menrima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan
kepandai, sehingga manusia dapat berkreasi (budaya cipta) dan sanggup menguasai
alam dan hewan(binatang) melalui proses interaksi .selain itu ,manusia
merupakan panduan antaran makhluk material (jasad /raga) dan makhluk spiritual
(jiwa). Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika
selalu mengktivasikan dirinya serta selalu berupaya untuk berkembang sesuai
dengan kebutuhan hidupnya. Artinya manusia adalah makhluk yang dinamis (selalu
berkembang).bukan makhluk yang statis (tetap / tidak pernah berkembang ) jika
pembicaraan mengarah ke hakikat ,maka berbicara mengenai hakikat manusia
berarti membicarakan mengenai upaya manusia untuk mengenai dan mecari tahu
siapa diri nya sesungguhnya .
Manusia di ciptakan memiliki keunikan
tersendiri .manusia yang satu tidak bisa menjadi seperti manusia lainnya ,
walau bagai manapun upaya nya untuk mengidentikan takdir diri nya dengan
manusia lain tersebut . manusia hanya bisa menjadi dirinya sendiri ,karena
itulah dirinya dan itu lah hakikat dirinya sebagai manusia yang melekat dalam
pribadinya sendiri.
Dalam sejarahnya, tidak ada definisi yang
sempurna tentang manusia. Para pakar hanyaa menyebut manusia pada batasan
tertentu, antara lain; fisik, fenomena jiwa, hubungan nya dengan lingkungan,
sosial, seni, etika, dan lain-lain. Tetapi jika ditinjau secara tata bahasa,
kata manusia berasal dari bahasa singkrit, yaitu”manu” yang artinya berfikir.
Atrinya , manusia adalah makhluk yang berfikir atau memiliki pemikiran. Selain
itu, ketidaksempurnaan pendefinisian manusia juga diakibatkan oleh para ahli
yang mendefinisikan manusia berdasarkan konsep dan sudut pandang masing-masing
yang berbeda (bedasarkan keahlian mereka). Misalnya, yang tergolong dalam
golongan makhluk mamalia. Ahli ilmu ekonomi mendefinisikan manusia makhluk yang
ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan(homo
ekonomicus). Ahli sosiologi mendefinisikan manusia sebagai makhluk yang tidak
dapat berdiri sendiri, dan lain sebagainya.
Manusia tetap merupakan makhluk yang sangat
kompleks. Manusia bisa dipandang secara segmental/parsial, misalnya sebagai
berikut:
a. Manusia
sebagai homo ekonomicus
b. Manusia
sebagai homo socius
c. Manusia
sebagai homo homini lupus
d. Manusia
sebagai homo faber
e. Manusia
sebagai zoon politicon
Manusia dibangun atas unsure-unsur yang
satu sama lain saling terkait. Unsure-unsur prkrmbangan manusia tersebut ialah:
a. Jasad
, badan kasar manusia yang terlihat dari luar dan dapat diraba
b. Hayat
, yang mengandung unsure hidup , yang ditandai adanya gerak (bergerak)
c. Ruh
, yaitu daya yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran dan memiliki
kemampuan mencipta yang bersifat konseptual dan menjadi pusat lahirnya
kebudayaan.
d. Nafs
, adalah pengertian diri atau “aku”an , yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Daya rasa dibedakan menjadi dua; yaitu
(Supartono Widyosiswoyo, 1987:12):
a. Perasaan
indrawi yang berkaitdengan ransangan yang diterima oleh panca indera
b. Perasaan
rohani adalah perasaan yang luhur hanya ada pada manusia. Perasaan rohani
terbagi menjadi enam macam
1. Perasaan
intelektual
2. Perasaan
ekstetis
3. Perasaan
etis
4. Perasaan
diri
5. Perasaan
sosial
6. Perasaan
religious
Soren kierkegard , seorang filsuf dari
dermark , pelopor ajaran “eksistensialisme” yang menempatkan manusia sebagai
subjek sekaligus objek , tanpa pemisahan (Mullen, 1981:160). Dalam perkembangan selanjutnya , para filsuf eksistensialis
ini menyepakati adanya 3 hal yaitu (Dison,1962:18):
a. Kesedihan
dan penderitaan adalah kondisi yang diperlukan dan harus dialami
b. Setiap
manusia pasti berhadapan dengan hal yang tidak dapat dihindari , berupa
penderitaan , kecemasan , sikap apatis , dan rasa takut.
c. Nilai
eksistensialisme menitikberatkan pada kesadaran , membngkitkan hasrat dan tekad
seseorang untuk melibatkan segenap kemampuannya
Kebebasan adalah hal yang mutlak , akan
tetapimutlak disini bukan berarti kebebasan dalam diri harfiah untuk berbuat
segala sesuatu sesuka hati dengan dasar dorongan insting manusiawi. Kebebasan
yang dimaksud adalah kebebasan akal budi yang berasal dari dalam diri manusia
itu sendiri untuk menentukan apa yang akan dilkukan hidupnya .
2. Hakikat Manusia Sebagai Makhluk
Budaya
Manusia merupakan salah satu ciptaan tuhan
yang ada dipermukaan bumi . artinya , manusia bukan satu-satunya mahluk makhluk
ciptaan Tuhan . makhluk tuhan didunia(bumi) terbagi menjadi empat macam yang
sifatnya berbeda-beda:
a. Alam
memiliki sifat wujud
b. Tumbuhan
memiliki sifat wujud dan hidup
c. Binatang
memiliki sifat wujud , hidup ,dan dibekali nafsu
d. Manusia
memiliki sifat wujud , hidup , dibekali nafsu serta , akal budi
Akal budi merupakan pemberian tuhan dan
sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.
Kita bahas pertama yakni kemampuan berfikir manusia sebagai kodra alami yang
dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah hidup yang dihadapi. Apa saja
kebutuhan hidup manusia? Secara umum , kebutuhan manusia dalam kehidupan dapat
dibedakan menjadi dua , yaitu:
a. Kebutuhan
yang bersifat kebendaan (sarana/prasarana) atau badani , ragawi , atau jasmani
, atau biologis
b. Kebutuhan
yang bersifat rohani , mental atau psikologi contohnya adalah: kasih saying ,
pujian , perasaan aman , kebebasan , dan sebagainya
Abram Maslow , seorang ahli psikologi ,
berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan .
kelima tingkatan tersebut adalah sebagaai berikut (Hermanto dan
Winarno2010:20):
a. Kebutuhan
fiiologis (physiological needs) kebutuhan ini merupkan kebutuhan dasar , primer
, dan vital , .
b. Kebutuhan
akan rasa aman dan perlindungan (safety and scuryti needs) kebutuhan ini
menyangkut perasaan , seperti bebas dari rasa takut , terlindung dari ancaman
bahaya dan penyakit
c. Kebutuhan
sosial (social needs) kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan dicintai ,
diperhitungkan sebagai pribadi , diaakui sebagai anggota kelompok
d. Kebutuhan
akan penghargaan (estem needs) kebutuhan ini meliputi kebutuhan manusia untuk
dihargai kemampuannya , dihargai kedudukan nya
e. Kebutuhan
akan aktualisasi diri (self actualization) kebutuhan ini meliputi kebutuhan
untuk memaksimalkan penggunaan potensi-potensi , kemampuan , bakat , dan
kreativitas.
Kebutuhan manusia dapat terpenuhi karena
manusia menggunakan daya kerja otaknya. Artinya , kecakapan menggunakan otaknya
ini menjadi faktor terpenting yang menyebabkaan kemajuan dan perluasan hasil-hasil
ciptaan manusia , sebagai insan yang
berbudaya . bahasan yanag kedua yaitu , budi berasal dari bahasa sanskerta ,
yaitu “budh” yang artinya “akal”. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (2008)
dinyatakaan bahwa budi adalah “bagian
dari kata hati yang berupa panduan akal dan perasaan dan yang dapat membedakan
baik-buruk sesuatu”. Jika akal dan budi digabungkan , maka dengan akal dan budi
ini , manusia mampu menciptakan , mengkreasi , memperlakukan , memperbaharui ,
memperbaiki , mengembangkan , dan meningkatkan sesuatu yang ada untuk
kepentingan hidup manusia dengan hanya melihat dan mempelajari sesuatu. Dengan
akal budinya , manusia mampu mengalahkan makhluk lainnya dalam pemenuhan
kepentingan dan kebutuhan hidupnya . melalui akal dan pikiran nya juga ,
manusia dapat mewariskan kepandaiannya. Dengan akal budi pula , manusia , mampu
menciptakan kebudayaan. Pada hakikatnya , kebudayaan mempunyai dua segi (bagian
yang tidak dapat dilepaskan hubungan nya satu sama lain , yaitu
(Soekmono,1973:9):
a. Segi
kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari
akalnya , serta bisa diraba
b. Segi
kerohanian , terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun
secara teratur . keduanya tidak bisa diraba .
Manusia yang disebut sebagai makhluk yang
berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya
untuk menciptakaan kebahagiaan , karena yang membahagiakan hidup manusia itu
hakikatnya sesuatu yang baik ,benar , dan adil yang terkandung dalam
kebudayaan.
B. APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN
DAN KEBUDAYAAN
1.Apresiasi Terhdap Kemanusiaan
Istilah manusia adalah istilah yang
konkret , yaitu homo , sedangkan isstilah kemanusiaan adalah istilah yang
abstrak , yaitu human. Kemanusiaan berarti hakikat dan sifat-sifat yang khas
manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya dan patut untuk diberikan
apresiasi(penghargaan). Sebagaai makhluk ciptaan tuhan , manusia memiliki
harkat dan derajat yang tinggi jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
2.
Apresiasi Terhadap Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta ,
yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari budhi (budi dan akal) sehingga
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Harsojo
mengemukakan pokok-pokok kebudayaan sebagai berikut:
a. Kebudayaan
yang terdapat antara umat manusia itu sangat beranekaragam
b. Kebudayaan
itu didapat dan diteruskakn secara sosial
c. Kebudayaan
terjabarkan dari komponenbiologis, psikologis , dan sosiologi dari eksistensi
manusia
d. Kebudayaan
itu berstruktur
e. Kebudayaan
itu terbagi dalam beberapa aspek
f. Kebudayaan
itu dinamis
g. Nilai
dalam kebudayaan itu bersifat relative
Kluckholn dalam karyanya yang berjudul
“universal categories of culture” (1953)mengemukakan bahwa ada 7 unsur
kebudayaan yaitu :
a. Sistem
peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
b. Sistem
mata pencaharianhidup dan sistem ekonomi
c. Sistem
kemasyarakatan/ kekrabatan atau organisasi sosial
d. Bahasa
e. Kesenian
f. Sistem
pengetahuan
g. Sistem
religi
Berdasarkan sifat hakikat kebudayaan
tersebut jelaslah bahwa kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas , yang
meliputi aspek prilaku dan kemampuan manusia , ia menjadi milik hakiki manusia dimana
pun berada dan keberlangsungan suatu budaya akan sangat ditentukan oleh
masyarakat pendukung kebudayaan itu.
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan
bahwa
a. Manusia
merupakan pencipta kebudayaan melalui akal budi yang dimiliki nya
b. Terciptanya
kebudayaan adalah hasil interaksi manusia dengaan segalaa isi alam raya
c. Karena
manusia adalaah pencipta kebudayaan , maka manusia adaalah makhluk yang
berbudaya
d. Perbedaan
kebudayaan harus diapresiasi , bukan dijadikan sebagai sumber konflik
C. ETIKA DAN ESTETIKA BUDAYA
1.Etika Dalam Berbudaya
Etika berasal dari bahasa yunani ,
yaitu “ethos” yang artinya ajaran tentang baik dan buruk. Menurut Saloman
(1998) etika dapat dikelompokkan menjadi dua definisi yaitu:
a. Etika
merupakan karekter individu , dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika
adalah orang yang baik
b. Etika
merupakan hukum sosial. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan
serta membatasi prilaku manusia
Etika melihat dari sudut baik dan buruk
terhadap perbuatan manusia. Dan berkaitan dengan masalah moral, etika juga
berkaitan dengan masalah nilai. Nilai-nilai etika adalah nilai tentaang baik
dan buruk kelakuan manusia.nilai etika diwujudkan dalam norma etik , norma
moral , dan norma kesusilaan. Sementara norma etik berhubungan dengan manusia
sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi.
2.Estetika Dalam Budaya
Kata estetika dikutip dari bahasa yunani
yaitu Aisthekos atau Aishtanomal yang berarti mengamati dengan indra
(Kellerman, 1977:18). Pengertian tersebut juga berkaitan dengan istilah
aistheis yang berarti pengamatan
Pengamatan
dilakukan dengan menggunakan panca indra, yaitu:
1. Mata
sebagai indra penglihatan
2. Hidung
sebagai indra penciuman
3. Telinga
sebagai indra pendengaran
4. Lidah
sebagai indra pengecap
5. Kulit
sebagai indra peraba
Selanjutnya , estetika merupakan teori
tentang keindahan atau seni. Setetika berkaitan dengan masalah nilai indah atau
jelek. Estetika berarti memenuhi unsure keindahan (secara estetik , murni
maupun secara sempit ,baik dalam bentuk , garis , waarna , kata , ataupun nada
) . keindahan itu sendiri dapat diartikan dalam beberapa hal , yaitu:
a. Secara
luas , yaitu mengandung ide yang baik yang meliputi watak indah , hukum yang
indah , ilmu yang indah ,dll.
b. Secara
sempit , indah yang terbatas pada lingkungan persepsi penglihatan (bentuk dan warna).
c. Secara
estetik murni , yaitu menyangkut pengalaman yang berhubungan dengan
penglihatan, pendengaran dan etik. Budaya sebagai hasil karya manusia
sesungguhnya diupayakan untuk memenuhi unsur estetika (keindahan).
D. MEMANUSIAKAN MANUSIA
Memanusiakaan manusia berarti prilaku
manusia untuk senantisa menghargai dan menghormati harkat dan derajat manusia
lain. Memanusiakan manusia adalah tidak menindas sesama secara harfiah , humanisme
adalah paham yang bertujuan menghidupkan rasa prikemanusiaan dan
mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik. Dalam aplikasinya humanism
tidak memandang bangsa , agama ,daerah , warna kulit , dan sejenisnya.
Kata-kata memanusiakan manusia tidak bisa
diartikan secara harfiah dimana melakukan hal “memanusiakan manusia” bukan
berarti sebelumnya kita memperlakukan manusia tidak seperti manusia. Akan
tetapi memanusiakan manusia adalah perbuatan yang selalu menghormati dan
menghargai manusia sebagai manusia kapan pun dimana pun. Contoh perbuatan yang memanusiakan
manusia : Jokowi(gubernur DKI Jakarta). Yang memindahkan pedagang kaki lima
kala menjabat sebagai walikota Surakarta
E.
PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam
kelompok dan wilayah yang berbeda-beda yang menghasilkan keraagaman budaya
artinya ,kebudayan yang diciptakan oleh satu kelompok berbeda dengan kebudayaan
yang diciptakan oleh kelompok lain
Berikut dinamika kebudayaan dan masalahnya :
1. Penetrasi kebudayaan
Adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan
ke kebudayaan lain
a. Akultrasi
b. Asimilasi
c. Sintesis
d. Penetrasi
kekerasan ,masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak
2.
Pewaris kebudayaan
Pewaris kebudayaan yaitu proses pemindahan
, penerusan ,pemilikan dan pemakai budaya
3.
Perubahan kebudayaan
Yaitu perubahan yang terjadi sebagai akibat
adanya ketiak sesuaian diantara unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga
terjadi keadaan yang fungsinya tidak serasi bagi kehidupan.perubah kebudayaan
yaitu proses penyebaran nya unsur – unsure kebudayaan dari suatu kelompok lain
ke kelompok lain atau suatu masyarakat ke masyarakat lain
BAB
III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
DAN MAKHLUK SOSIAL
A. Hakikat manusia sebagai makhluk
individu dan sosial
Unsur yang terdapat dalam hakikat manusia
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial terdiri dari hal-hal berikut(
Hermanto dan Winarno,2010:40):
1. Susunan
kodrat manusia yang terdiri atas raga dan jiwa
2. Sifat
kodrat terdiri atas makhluk individu dan sosial
3. Kedudukan
kodrat terdiri atas makhluk berdiri sendiri dan makhluk ciptaan tuhan
1. Manusia Sebagai Makhluk individu
Individu berasal dari bahasa yunani ,
yaitu “individum” yang berarti tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan
yang dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil atau terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu merupakan
pribadi yang terpisah , berbeda dengan pribadi yang lainnya karena memiliki
sifat , watak ,keinginan , kebutuhan dan cita-cita yang berbeda satu dengan
lainnya.
B. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut karakternya manusia adalah
makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan.
Artinya dalam hubungan nya dengan manusia sebagai makhluk sosial , manusia
selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Sejak lahir manusia sudah butuh
pergaulan dengan orang lain terutama dalam hal makan dan minum , saat bayi
hingga dewasa dan tua. Dengan demikian , sejak manusia dilahirkan , ia memiliki
dua keinginan pokok yaitu:
a. Keinginan
untuk menjadi satu dengan manusia disekelilingnya
b. Keinginan
untuk menjadi satu dengan lingkungan disekelilingnya
2. Pentingnya Sosialisasi Bagi Manusia
sebagai Makhluk Individu
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai
makhluk individu manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia pasti sangat
membutuhkan orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga
sebagai makhluk sosial.proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawala
pengetahuan yang besar bagi setiap individu.
B.PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
INDIVIDU DAN SOSIAL
Manusia dianugerahi hidup bukan hanya
sekedar untuk hidup. Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
memiliki peranan penting diantaranya menjaga kelestarian alam , menjaga
hubungan antara sesame manusia, serta menjaga hubungan dengan sang pencipta.
1.Peranan Manusia Sebagai Makhluk
individu
Sebagai makhlk individu , manusia berperan
mewujudkan hal-hal sebagai berikut:
a. Mewujudkan
harkat dan martabat yang mulia
b. Mengupayakan
terpenuhnya hak-hak dasarnya sebagai manusia
c. Merealisasikan
segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
d. Menuntut
ilmu pengetahuan ,manusia akan memperoleh penghormatan akan harkat dan
martabatnya. Manusia akan memperoleh haknya.
2.Peranan Manusia Sebagai Makhluk
Sosial
Sebagai makhluk sosial , manusia berperan
untuk mewujudkan hal-hal berikut:
a. Melakukan
interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
b. Menciptakan
norma yang mengatur kehidupan sosial norma tersebut adalah:
1. Norma
agama
2. Norma
kesusilaan dan moral
3. Norma
kesopanan atau adat
4. Norma
hukum
c.
Mengupayakan terlaksananya
kewajiban
Jika dalam dimensi individu ,muncul
hak-hak dasar manusia sebagai manusia yang bebas , maka dalam dimensi sosial
muncul kewajiban manusia sebagai dasar untuk menghargai hak orang lain serta
mentaati norma yang berlaku dimasyarakat.
C. DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan faktor dalam
kehidupan sosial. Interaksi sosial merupakan fondasi dari hubungan yang berupa
tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan ditererapkan
dimasyarakat.adapun interaksi sosial adalah sebagai berikut( Gillin and Gillin,
1942)
1.Asositif
yaitu proses interaksi yang mengarah kepada persatuan meliputi
a. Akomodasi
,adalah proses penyesuaian dimana orang-orang atau kelompok-kelompok yang
sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau
setuju untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah
pertentangan yang berlarut-larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat
sementara maupun bersifat kekal
b. Kerja
sama ,ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau
kelompok-kelompok bekerjasama atau saling membantu untuk mencapai tujuan
bersama
c. Asimilasi
, adalah perpaduan antara dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru
2.
Disosiatif
Yaitu proses interaksi yang mengarah
kepada perpecahan meliputi:
a. Persaingan
b. Pertikaian
c. Kontroversi
Interaksi sosial dapat dilakukan dua orang
atau lebih. Interaksi dapat dilakukan dalam situasi persahabatan atau permusuhan
, tutur kata ,jabat tangan ,bahasa isyarat , atau tanpa kontak fisik
Interaksi sosial hanya dapat berlangsung
antar pihak apa bila terjadi reaksi dari salah satu pihak atau kedua belah
pihak.ciri interaksi sosial sebagai berikut (Loomis and dyer,1976).
1. Pelaku
lebih dari satu orang
2. Adanya
komunikasi melalui kontak sosial (tidak hanya lewat telepon surat dan
sebagainya)
3. tersebut yang diperkirakan sipelaku
4. Adanya
dimensi waktu yang menentukam sikap aksi yang sedang berlangsung
D. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU
DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dalam kehidupan bermasyarakat , pasti
akan terjadi permasalahan/ dilemma antara melakukan kepentingan individu dengan
kepentingan masyarakat. Individualisme merupakan satu paham yang memiliki
pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka dan bebas. Paham
liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Sementara itu sosialisme merupakan pandangan yang berpendapat bahwa kepentingan
masyarakat yang harus diutamakan. Artinya sosialisme mementingkan masyarakat
keseluruhan ha-hak individu harus diletakkan dalam kerangka kepentingan
masyarakat luas
BAB
IV
MANUSIA
DAN PERADABAN
A. HAKIKAT PERADABAN
Peradaban memiliki berbagai arti dalam
kaitannya dengan masyarakat dan manusia. Peradaban berasal dari kata “adab”
yang artinya akhlak atau kehaluan budi pekerti.
B. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB
DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia adalah makhluk yang beradab
sehingga mampu menciptakan perdaban. Manusia sebagai makhluk beradab juga
memiliki pengertian bahwa pribadi manusia itu memiliki potensi untuk berlaku
sopan ,berakhlak ,dan budi pekerti luhur.manusia yang tidak beradab tidak mampu
menyeimbangkan antara cipta ,rasa , dan karsa maka manusia bisa jatuh dalam
prilaku kebiadaban karena cenderung akan berbuat tidak sopan , kasar dan
sebagainya. Manusia lain sebagai makhluk individu juga disebut sebagai makhluk
sosial ,manusia membentuk persekutuan yaitu masyarakat. Masyarakat adab pada
dasarnya merupakan keinginan yang tulus dan manusia sebagai makhluk beradab
.masyarakat madani merupakan konsep yang dibentuk dari proses sejarah yang panjang dan memerlukan
perjuangan yang terus menerus.
C. EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD
PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1. Evolusi Budaya
Evolusi budaya merupakan gejala umum yang
terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Evolusi budaya juga timbul
akibat adanya perubahan alam lingkungan masyarakat , penemuan baru ,dan kontak
dengan kebudayaan lain dalam dua kali priode.
a. Masa
prasejarah atau nirleka (nir artinya “tidak ada” dan leka artinya
tulisan)adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa dimana catatan
sejarah yang tertulis belum tersedia.
b. Masa
sejarah (manusia setelah mengenal tulisan) , masa sejarah bermula ketika adanya
catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan.
Jenis
Zaman
a. Zaman
batu
Terjadi sebelum zaman
logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dan batu disamping kayu
dan tulang. Zaman batu terbagi menjadi empat zaman:
1. Paleotik
(zaman batu tua)
2. Mesolitik (zaman batu madya)
3. Neolitik
(zaman batu muda)
4. Megalitik
(Zaman batu besar)
b. Zaman
logam
Pada zaman logam orang
sudah dapat membuat alat-alat dari logam disamping alat-alat dari batu. Zaman
logam ini terbagi atas:
1. Era
tembaga
2. Era
perunggu
c. Zaman
besi
Adalah suatu tahap perkembangan budaya
manusia dimana penggunaan besi untuk pembuatan alat dan senjata sangat dominan.
Zaman besi adalah priode terakhir dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi
masyarakat prasejarah yang didahuli oleh zaman perunggu.
2. WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN
SOSIAL BUDAYA
Peradaban merupakan tahapan dari
evolusi budaya yang telah berjalan terhadap dan kesinambungan , memperlihatkan
wujud dan karakter yang khas pada tahap tersebut , yang dicirikan oleh kualitas
tertentu dari unsur budaya yang menonjol , meliputi tingkatan ilmu
pengetahuan/ide/gagasan , seni , teknologi , sistem pemerintahan , hingga
spiritualitas yang tinggi. Contoh wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
pada zaman dahulu adalah:
1. Cadex
Hummurabi para peradaban Mesopotamia kuno
2. Sistem
kepercayaan politisme pada peradaban lembah sungai Indus
3. Tulisan
(karya sastra) pada perdaban yunani kuno
4. Sistem
pemerintahan pada peradaban romawi kuno
5. Peradaban
suku maya
D. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
Peradaban lahir sebagai respon (tanggapan) dengan
segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukkan dan mengolah alam
sebagai tantangan (challenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan
kelangsungan hidupnya. Contoh tantangan
alam dan respon manusia (penerapan teknologi) untuk mengatasi tantangan
alam itu adalah:
1. Daerah
yang tandus dan kering disikapi dengan menerapkan sistem pertanian menggunakan
sistem pot bertingkat (pertikutul)
2. Daerah
rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa dan lain sebagainya.
Nabit dalam bukunya megatrens(1988) ,
menyatakan bahwa globalisasi (peradaban global) memunculkan perubahan-perubahan
(dinamika) yang akan dialami oleh negara-negara dunia .perubahan tersebut
antara lain :
1. Perubahan
dan masyarakat industry menuju kemasyarakat informasi
2. Perubahan
dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga menuju ke pengandalan
teknologi canggih/mensin
3. Perubahan
dari ekonomi nasional menuju ke ekonomi dunia (kapitalisme)
4. Perubahan
dari sistem pemerintahan sentralisasi ke desentralisasi
5. Perubahan
dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori
6. Perubahan
dari sistem hierarki ke jaringan kerja
7. Perubahan
dari sati diantara dua pilihan menjadi macam-macam pilihan , dan lain-lain.
E. PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL
PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1. Peradan global menciptakan globalisasi
Evolusi kebudayaan merupakan proses
perkembangan secara bertahap dan berkesinambungan (berbeda dengan revolusi yang
cenderung instan dan cepat). Peradan global dewasa ini telah menciptakan era
globalisasi.
2.
Problematika peradaban global
Tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban
global yang menciptakan era globalisasi dewasa ini , dengan semakin
berkembangnya teknologi , terutama pada teknologi komunikasi membuat cakrawala/
ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas.
3.
Sikap beberapa neegara terhadap peradaban global
Dalam menghadapi peradaban global ini
bangsa-bangsa didunia memberi respon atau tanggapan yang berbeda-beda menurut
mereka satu negara tidak bisa hidup tanpa bantuan negara lain , hubungan erat
negara ini dapat tercapai dan dipermudah dengan adanya peradaban global. Ada
juga sebagian lain tetap menerima peradaban global , sebagian keniscayaan
akibat perkeembangan teknologi , informasi , dan transfortasi, tetapi tetap
kritis terhadap akibat negatif peradaban global. Sebagian lagi yang kritis
meolak peradaban global karena dianggap sebagai bentuk baru penjajahan
(kolonialisme) melalui cara baru yang bersifat tradisional dibidang politik ,
ekonomi , teknologi , sosial dan budaya.
BAB
V
MANUSIA,
KERGAMAN, DAN KESETARAAN
Kergaman yang terjadi pada diri setiap
manusia adalah suatu kenyataan karena manusia merupakan makhluk pribadi
/individu dan makhluk sosial yang memiliki perbedaan dengan manusia lainnya.
Keragaman bukan berarti tidak setara , keragaman tetap menyimpan makna perlunya
kesetaraan dalam keragaman tersebut. Manusia sama walau pun memiliki perbedaan
atau keragaman.
A. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN
MANUSIA
1.
Makna keragaman manusia
Keragaman maksudnya bahwa tiap manusia itu
memiliki perbedaan, selain sebagai makhluk individu , manusia juga makhluk
sosial yang membentuk kelompok persekutuan hidup.
Pada prinsipnya ada tiga macam istilah
ynag digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang beragam yang terdiri dari
ras , agama ,bahasa dan budaya yang berbeda ,yaitu:
a. Masyarakat
plural adalah masyarakat yang terdiri lebih dari satu golongan/kelompok (many)
b. Masyarakat
majemuk menunjukan bahwa keragaman yang lebih dari satu itu memang
berbeda-beda, bermacam—macam, dan bahkan tidak dapat disamakan.
c. Masyarakat
multicultural bermakna adanya keragaman dan kesediaan anggota masyarakat untuk
menerimakeragaman (kelompok lain dianggap sama) sebagai kesatuan tanpa
mempedulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama.
2.
Makna kesetaraan manusia
Kesetaraan berasal dari kata
setara/sederajat yang berarti “sama tingkatannya”. Dengan demikian kesetaraan
atau kesederajatan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama,
tidak tinggi atau lebih rendah antara satu sama lain. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa keragaman yang ada tidak membuat
manusia menjadi tidak sederajat atau tidak setara, akan tetapi manusia tetap
setara atau sederajat dengan manusia lainnya walaupun memiliki perbedaan.
B. KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA
SOSIAL BUDAYA
Majemuk berarti “banyak ragam ,beraneka,
berjenis” cirri utama masyarakat majemuk adalah “hidup berklompok yang berdampingan secarabfisik tetapi
terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satuan politik”.
Sacara horizontal ,masyarakat dikelompokkan berdasar:
1. Etnik
dan rasa atau asal usul keturunan
2. Bahasa
daerah
3. Adat
istiadat dan perilaku
4. Agama
pakaian, makanan, dan budaya maerial lainnya.
Sementara itu secara Vertikal masyarakat
majemuk dikelompokkan bedasar:
1. Penghasilan
atau ekonomi
2. Pendidikan
3. Pemukiman
4. Pekerjaan
5. Kedudukan
sosial politik
Di indonesia sendiri sebagai sebuah negara
yang majemuk , kemajemukan masyarakat di Indonesia itu berdasarkan unsure ras
dan etnik
1.
Ras
Ras berasal dari bahasa prancis, yaitu race
dan bahasa italia razza , adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk
mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui
cirri fenotipe , asal-usul geografis ,tanpang jasmani dan kesukuan yang
diwarisi. Berdasarkan karakter biologis , manusia dapat dikelompokkan dalam
berbagai ras, antara lain:
a. Ras
kalikasoid
b. Negroid
c. Magnoloid
d. Australoid
e. Melanosia
2.
Etnik atau suku bangsa
Etnik atau suku bangsa merupakan kelompok
sosial/kesatuan hidup manusia yang memiliki sistem interaksi yang ada karena
kontinuitas dan rasa identitass yang mempersatukan semua anggotanya serta
memiliki sistem kepeminpinan sendiri(Kontjaraningrat, 1990).
Indonesia adalah bangsa yang majemuk
dengan jumlah etnik yag besar. Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku
bangsa di Indonesia.
C. KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN
SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
1.
Kemajemukan sebagai kekayaan bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang mejemuk , baik
etnik, agama ,ras, golongan, tingakatan ekonomi hingga gender. Keragaman etnik
menjadikan Indonesia sebagai negara yang
paling heterogen didunia(lebih dari 300 suku). Etnik merupakan identitas sosial
budaya seseorang. Artinya identifikasi seseorang dapat diketahui darai bahasa,
tradisi , budaya, kepercayaan, hingga pranata yang dijalani.kekayaan yang
terefleksi dari kemajemukan etnis , budaya dan agama mengantarkan Indonesia
menjadi sebuah negara debgan kekuatan budaya yang khas didunia. Oleh karena itu
kemajemukan Indonesia harus diterima sebagai kekayaan sosial budaya bangsa yang
terangkum dalam semboyaan Bhineka Tunggal Ika yang bermakna persatuan dalam
perbedaan.
2.
Kesetaraan sebagai warga bangsa Indonesia
Manusia Indonesia memiliki kesetaraan dalam
arti memiliki kesamaan kedudukan , hak dan kewajiban yang di jamin oleh UUD
1945. Apalagi Indonesia menganut sistem demokrasi, karena dalam negara
demokrasi, kesetaraan antar sesama warga negara(manusia) diakui dan dijaamin.
D. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN
KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN.
1.
Problematika keragaman dan solusinya
Keragaman yang ada dalam sebuah wilayah
memang merupakan suatu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Adapun problema keragaman tersebut adalah:keragaman yang ada kadang kala
menimbulkaan sikap saling curiga antar masyarakat satu dengan lainnya. Sikap
curiga timbul akibat adanya sifat terbuka , logis dan dewasa atas keragaman
masyarakat tersebut.
Desintegrasi merupakan fase dimana sudah
tidak dapat disatukan lagi pandangan .nilai norma ,dn tindakan kelompok yang
menyebabkan pertentangan antar kelompok ,yang dilatar belakangi keragaman etnik
,agama ,dan lain sebagainya, misalnya:
a. Kerusuhan
sambas
b. Kerusuhan
samapit
c. Konflik
poso yang berlatar belakang perbedaan agama (antara islam dan Kristen) pada
tahun 2001, dan lain sebagainya.
Untuk menghindari dampaak buruk dari
problem keragaman yang terjadi dimasyaraakat seeperti yang dijelaskan
sebelumnya, ada beberapa hal (solusi) yang dapat dilakukan , yaitu:
a. Integrasi
berdasarkan sukarela bukan keterpaksaan
b. Meningkatkan
semangat religious,semangat nasionalisme, dan semangat pluraalisme
c. Jalin
komuniksi antar budaya daerah
d. Melakukan
rentegrasi
e. Hilangkan
penyakit budaya ,sebagai berikut:
1. Etnosentrisme
2. Stereotype
3. Prasangka
4. Rasisme
5. Diskriminasi
6. Scape
goeting
Selain solusi diatas tidak kalah penting
adalah peran pemerintah dalam menjaga keragaman yanag ada.
2.Problem kesetaraan
serta solusinya
Kesetaraan yang diingikan adalah kesamaan derajat dalam, bidang, agama,
suku, bangsa, ras, gender, golongan, hak untuk pendidikan, pekerjaan, kehidupan
yang layak, kewajiban sebagai hamba tuhan (memeluk agama dan keyakinan
masing-masing) individu, dan anggota mmasyarakat. Akan tetapi, kesetaraan yang
diinginkan ini kadang kala menimbulkan problema/permasalahan.
BAB VI
MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM
A.
HAKIKAT,FUNGSI DAAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL, DAN HUKUM
1. Hakikat fungsi dan perwujudan nilai
Sesuatu dianggap bernilai apabila sesuatu itu
memiliki sifat sebagai berikut: menyenangkan (peasant) berguna(useful),
memuaskan (satisfying), dan keyakinan (belief). Artinya , sesuatu itu bernilai
bila menyenagkan bagi manusia , dapat memuaskan manusia, menarik bagi manusia ,
dan menimbulkan keyakinan bagi manusia terhadap nilai dari sesuatu itu. Menurut
Rokeach (1973), nilaai itu sendiri berfungsi antara lain sebagai berikut:
a. Fungsi
nilai sebagai standar
b. Fungsi
nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan
c. Fungsi
motivasi
2. Hakikat fungsi dan
perwujudan moral
Dalam bahasa latin, moral berasal dari
kata “mores” yang artinya adat kebiasaan. Pengertian moral dalam bahasa
Indonesia adaalah akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib
batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin
dalam hidup( Kamus Besar Bahasa Indonnesia/KBBI, 2008).
Selanjutnya moral pada hakikatnya dalah
istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lain dalam tindakan yang
memiliki nilai positif. Manusia tidak mampu memiliki moral disebut “amoral”
artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif dimata manusia
lainnya.
Sumaryono (1945) mengklasifikasikan moralitas
atas beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:
a. Moralitas
objektif
b. Moralitas
subjektif
c. Moralitas
instrinsik
d. Moralitas
ekkstrinsik
3.
Hakikat fungsi dan perwujudan hukum
Hukum sangat penting dan memang harus ada
dalam sebuah masyarakat (negara) karena hukum dalam kehidupan bermasyarakat
memiliki fungsi. Sementara itu tutjuan hukum adalah untuk menjamin hukum dalam
masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada rasa keadilan. Setiap orang
menyadari bahwa dalam hubungan interaksi sosialnya dalam masyarakat, manusia
selalu diliputi oleh rangkaian norma-norma yang turut mempengaruhi tantangaan
kehidupan sosialnya baik secara langssung maupun tidak langsung.
Noma hukum memiliki karakter spessifik
yang menjadi cirri identik hukum itu sendiri ,yaitu (Soeprapto dan Maria
Farida,1998:11):
a. Norma
hukum bersifat heteronom
b. Norma
hukum dapat dilekatkan sanksi pidana atau pun sanksi paksaan secara fisik yang
dilaksanakan aparata penegak hukum yang diberi wewenang oleh hukum itu sendiri
B. KADILAN, KETERTIBAN, DAAN
KESEJAHTERAAN
1.
Hakikat keadilan
Keadilan dalam bahasa arab adalah adil
yang berarti “tengah” artinya keadilan berarti menempatkan sesuatu ditengah ,
tidak berat sebelah atau menempatkan sesuatu pada tempatnya. Keadilan adalah
kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda ataupun orang. Terlepas darai itu keadilan tetaap merupakan cita-cita dan
harapan yanag mutlak untuk dicapai oleh etiap manusia dalam kehidupan
bermasyarakat.
Mengenal macam-macam keadilan menurut Plato
dan Aristoteles ada tiga macam keadilan , yaitu:
a. Keadilan
komutatif
b. Keadilan
distributive
c. Kadilan
legal atau moral
Hubungan sosial adalah hubungan antar subjek
yang saling menyadari kehadiran nya masing-masing.
2.
Hakikat ketertiban
Ketertiban berasal dari kata “tertib” yang
berarti atauran atau peraturan yang baik (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI
,2008). Mislnya tertib acara aturan dalam siding(rapat dan sebagainya), aturan
sangat penting bagi kehidupan manusia karena aturan itu akan menciptakan
ketertiban.
3.
Hakikat kesejahteraan
Kesejahteraan atau sejahtera dapat
memiliki tiga arti yaitu sebagai berikut:
a. Dalam
istilah umum sejaahtera menunjuk pada keadaan yang baik ,kondisi manusia dimana
orang-orang nya dalam keadaan sehat dan damai
b. Dalam
istilah ekonomi , sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda (materi)
c. Dalam
hubungan nya dngan kebijakan sosial , kesejahteraan sosial menunjik ke
jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kesejahteraan
merupakan dambaan bagi setiap individu di dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa
kesejahteraan sangat berhubungan erat dengan berbagai macam aspek, termasuk
ekonomi , sosial, hukum dan lain sebagainya.
BAB
VII
MANUSIA,
SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI
Karakter yang
dikembangkan
1. Rasa ingin tahu
Yaitu mengetahuintentang sains,teknologi,
dan seni sehingga nantinya mampu menerapkan dalam kehidupan dengaan baik.
Sains dikatakan sebagai ilmu karena sains
memenuhi unsur-unsur/ cirri-ciri dari suatu ilmu yaitu : Sistematika, adanya
objek kajiaan ruang lingkup kajian dan memiliki metode yang diterapkan serta
dikembangkan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena ddua hal:
a.
Manusia mempunyai bahasa yang dapat
mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi
tersebut
b.
Manusia berfikir menuntut satu alur
piker tertentu yang merupakan kemampuan untuk menalar atau melakukan penalaran
Terdapat perbedaan antara pengetahuan dan
sains(ilmu pengetahuan). Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui
manusia melalui tangkapan panca indera ,intuisi serta filsafat.
Sementara sains atau ilmu merupakan
pengetahuan-pengetahuan yang sudah diklasifikasikan, diorganisasi serta
diinterpretasikan sehingga menghasilkan kebenaran yang objektif, serta teruji
kebenaran nya, serta dapat di uji ulang secara ilmiah. Ilmu dapat diartikan
sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran dimana
pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrololeh setiap orang yang ingin mengetahuinya.
Berpihak dari hal ini , maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai
berikut:
a.
Berisi pengetahuan (knowlegde)
b.
Tersusun secara sistematis
c.
Menggunakan penalaran
d.
Dapat dikontrol secaraa kritis oleh
orang lain
Pengetahuan bisa mencapai ilmu jika sudah
memenuhi tiga criteria sebagai berikut:
a.
Adanya aspek ontologism
b.
Adanya aspek epistemology
c.
Adanya aspek aksiologi
2. Hakikat teknologi
Dalam bahasa yunani teknologi berasal dari
kata “tchne” dan “logia”. “tchne berarti seni atau kerajinan ,dan logia atau
logos artinya ilmu. Jadi , teknologi dalam artian ini adalah ilmu seni atau
ilmu kerajinan (dalam menghasilkan sesuatu). Selanjutnya ,Brown (1980),
menyatakan bahwa teknologi pada hakikatnya
merupakan peneraapan pengetahuan oleh manusia guna mengerjakan sesuatu
yang diinginkan.
3. Hakikat seni
Secara harfiah dalam bahasa latin seni
adalah Ars yang berarti “kemahiran”. Dalam bahasa inggris disebut Art
atau”suatu kemahiraan dalam membuat barang atau mengerjakan sesuatu”. Seni
merupakan ekspresi jiwa manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari
budaya manusia, akan tetapi hati-hati dalam menggunakan kata seni yang
dilekatkan dengan satu objek.
4. Aplikasi sains,
teknologi, dan seni
Ilmu pengetahuan teknolohi dan seni (IPTEK)
memiliki hubungan yang sangat erat. IPTEK merupakan bagian dari unsur pokok
kebudayaan universal yang bisa dijumpai pada setiap kehidupan masyarakat, mulai
dari zaman purba hingga sekarang. IPTEK juga berkaitan dengan upaya manusia
untuk mencapai hidup pada taraf yang lebih baik.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa:
a. Manusia
sebagai pencipta kebudayaan
b. Kebudayaan
menghasilkan peradaban
c. Produk
peradaban adalah sains , teknologi , dan seni
d. Produk
sains, teknologi dan seni bertujuan untuk meigkatkan kesejahteraan manusia
e. IPTEK
itu netral tetapi tidak semuanya yang bebas nilai ( artinya ada yang bebas
nilai)
B. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA
KEHIDUPAN
Pada saat ini
perkembangan IPTEK sudah sedemikian pesatnya bahkan telah berpengaruh baik
secara langsung maupun tidak langsungbagi kehidupan manusia, pengaruh tersebut
menyangkut pola pikir, pola kerja. Dan pola hidup maupun tingkah lakunya.
Secara umum dampak positif dari kemajuan IPTEK adalah kemudahan-kemudahan dalm
beraktivitas.
C. PROBLEMATIKA PEMANFAATAN IPTEEK
DI INDONESIA
Ada empat bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
strategis yang akan menentukan masa depan dunia, yaitu:material, energy,
mikroelektronik,dan teknologi(Rahadi Ramelan , Hermanto dan Winarno, 2010
:165). Dalam empat bidang ini menghasilkan empat macam teknologi yaitu:
1. Teknologi
bahan
2. Teknoloi
energy
3. Teknologi
mikroelektronika (informasi dan informatika)
4. Teknologi
hayati
Contoh sedrhana pemanfaatan IPTEK oleh
manusia terutama dalam memudahkan kebutuhan hidup, dengan dikembangkan sarana
transfortasi, manusia bisa bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat.
BAB
VIII
MANUSIA
DAN LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan bagian terpenting
dan mendasar dari kehidupan manusia. Lingkungan memiiki hubungan dengan
manusia, lingkungan dapat mempengaruhi sikap dan prilaku manusia,sebaliknya ,
kehidupan manusia juga akan mempengaruhi lingkungan hidupnya.
A. HAKIKAT DAN MAKNA LINGKUNGAN
BAGI MANUSIA
Manusia merupakan makhluk yang cepat
beradabtasi dengan lingkungan. Adaptasi ini sangat diperlukan agar manusia
dapat bertahan hidup dari seleksi alam. Oleh sebab itu makna lingkungan sebagai
tempat tinggal manusia juga sebagai teman hidup manusia, lingkungan dapat
berbentuk lingkungan fisik dan non fisik ,lingkungan alam dan liingkungan
buatan adalah lingkungan fisik, sementara itu lingkungan non fisik adalah
lingkuungan sosial budaya manusia dimana manusia timggal. Lingkungan sangat
pnting bagi manusia.
B. KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK
TERHADAP KESEJAHTERAAN
1. Lingkungan dan kesejahteraan
Lingkungan dapat memberikan sumber
kehidupan agar manusia menjadi sejahtera, artinya lingkungan hidup menjadi
sumber dalam mendukung kehidupan dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan
dalam hidup manusia.
2.
Penduduk ,lingkungan ,dan kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan
lingkungan dan kesejahteraan. Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili
atau tinggal disuatu tempat (lingkungan ) secara bersama-sama menyelenggarakan
kehidupannya dalam jangka waktu yang lama, oleh karena itu penduduk merupakan
salah satu modal dasar pembangunan dan perilaku pembangunan untuk
kesejahteraannya dengan memanfaatkan lingkungan. Akan tetapi, satu hal yang
tidak boleh dilupakan untuk melakukan pembangunan guna mencapai kesejahteraan
adalah kualitas penduduk , penduduk yang berkualitas (meliputi tingkat
pendidikam, skill, dan etos kerja).
C. PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL
BUDAYA YANG DI HADAPI MASYARAKAT
Lingkungan dapat mengalami suatu perubahan dalam
proses interaksi dengan hidup manusia. Perubahan lingkungan banyak terjadi
didaerah kota bila dibandingkan dengan aerah plosok(pedesaan) dimana penduduk
nya lebih sedikit dan terkesan “primitive”. Terjadi kerusakan lingkungan karena
dua faktor yaitu faktor alami dan faktor buatan karena tangan-tangan jahil
manusia
Manusia sebagai makhluk berakal memiliki
kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari
pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern ,pentingnya lingkungan
hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk
pelestarian lingkungan hidup adalah:
a. Penanaman
kembali hutan yang gundul
b. Pencegahan
terhadap buang sampah dari limbah disembarang tempat
c. Pemberian
sanksi ketat terhadap pelaku pencemaran lingkungan
d. Menghentikan
eksploitas sumber daya alam secara berlebihan
e. Peningkatan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah , air, udara, dan
lingkungan.
Hakikat pengelola lingkungan hidup oleh
manusia adalah bagaimana manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas
meningkat sementara kulitas lingkungan juga semakin baik.
2.
Problematika lingkungan sosial budaya
Selain berinteraksi dengan lingkungan, manusia
juga berinteraksi dengan manusia lain. Problemtika dalam lingkungan sosial
budaya masyarakat merupakan permasalahan Karena menyangkut tata kelakuan yang
abnormal , berlawan dengan hukum dan bersifat merusak.
D. ISU-ISU PENTING PERSOALAN LINTAS
BUDAYA
Dengan banyaknya isu-isu global sangat
dibutuhkan kesadaran dari warganegara masing-masing untuk memiliki kesadaran
global. Karena , tidak bisa dipungkiri bahwa isu-isu global ini menjadi
keprihatinan bagi seluruh umat manusia sedunia.
1.
Isu tentang lingkungan
Pada tanggal 15 juni 972 faktor terpenting
dalam masalah lingkungan adalah besar nya populasi manusia(lajunya pertumbuhan
penduduk) , pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan tantangan yang dicoba
diatasi dengan pembangunan dan industralisasi. Beberapa contoh masalah
lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
a. Kekeringan
b. Banjir
c. Longsor
d. Erosi
/abrasi pantai
e. Interusi
ai laut
f. Kebakaran
hutan
g. Pencemaran
minyak lepas pantai
h. Pemanasan
global
i.
Hujan asam
j.
Penipisan lapisan ozom
k. Penurunan
keanekaragaman hayati
2.
Isu tentang kemanusiaan
Manusia adalah makhluk yang sempurna yang
diciptakan oleh tuhan didunia, sehingga manusia memiliki harkat dan martabat
yang tinggi, akan tetapi berbagai problem tetap dihadapi
a.
kemiskinan
merupakan sebuah isu global yang tidak
pernah surut di perbincangkan sampai kapan pun, selama kemiskinan itu ada.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar atau
sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan dalam sebuah negara mayoritas
dialami oleh penduduk yang tinggal dipedesaan.
Penyebab utama kemiskinan dipedesaan
adalah:
1) Pendidikan
yang rendah
2) Ketimpangan
kepemilikan moral dan lahan pertanian
3) Ketidakmerataan
investasi disektor pertanian
4) Alokasi
anggaran kredit yang terbatas
5) Terbatasnya
ketersediaan bahan kebutuhan dasar
6) Pengelolaan
ekonomi secara tradisional
7) Rendahnya
produktvitas dan pembentukan modal
8) Budaya
menabung yang belum berkembang
9) Tidak
adajaminan sosial bagi masyarakat desa
10) Rendahnya
jaminan kesehatan
b. Perang
perang merupakan salah satu masalah yang
menyangkut kemanusiaa. Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik (dalam arti sempit adalah kondisi permusuhan
dengan menggunakan kekerasan) antara dua atau lebih kelompok manusia (
Sayidiman suryohadiprojo,2008).
Faktor
kemiskinan dan penderitaan akibat perang sebagai berikut:
1)
Kelangkaan kebutuhan makan
2)
Kesulitan untuk memperoleh bahan
keperluan sehari-hari dan kalau pun ada harga kebutuhan tersebut dipastikan
sangat mahal
3)
Berkurangnya jumlah penduduk
4)
Kelaianan genetic generasi atau
keturunan akibat radiasi senjata kimia dalam perang yang menggunakan senjata
kimia.
c. Wabah penyakit
wabah
adalah istilah umum untuk menyebut kejadian
tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan banyak orang, maupun
untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah penyakit ini merupakan
masalah kemnusiaan yang hingga saat ini juga belum bisa diatasi secara tuntas.
3. Isu HAM
Salah satu konsep dan indikator yang
menjadi parameter bagi pertumbuhan dn perkembangan kemanusiaan diberbagai
negara adalah menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai luhur kemanusiaan
dengan seluruh dimensinya.
Beberapa contoh pelanggaran HAM yang
dilakukan pihak penguasa:
a. Penindasan
dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenag-wenang
b. Menghambat
dan membatasi kebebasan pers pendapat
dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi
c. Hukum
(aturan dan /uu) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi
d. Manipulative
dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai
tiran/otoriter /tanpa diikuti /dihadiri rakyat dan oposisi.
DAFTAR PUSTAKA
Juliardi, Budi. 2014. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung:Alfabeta
No comments:
Post a Comment